Minggu, 25 Oktober 2015

Membuat Laporan Data Petugas Perpustakaan

Jangan lupa membaca artikel sebelumnya, yaitu > Panduan Pemrograman Pemula.

Berikut ini adalah STEP 11 dalam membuat Aplikasi Perpustakaan.

STEP Sebelumnya :
STEP 01 : Membuat Project Aplikasi Perpus
STEP 02 : Membuat Form Menu Utama
STEP 03 : Membuat Database dan Tabel Perpus
STEP 04 : Membuat Koneksi Database DBPerpus
STEP 05 : Membuat Form Login Aplikasi Perpus
STEP 06 : Membuat Koding Logout
STEP 07 : Membuat Form Petugas Aplikasi Perpus
STEP 08 : Membuat Tabel Anggota dan Buku Aplikasi Perpus
STEP 09 : Membuat Form Anggota Aplikasi Perpus
STEP 10 : Membuat Form Buku Aplikasi Perpus

 Berikut langkahnya :
Silahkan buka program crystak report pada komputer anda
Kli File - New
Data - Database - Cari OLEDB - Make New Konection

Jika sudah maka muncul gambar dibawah :
Klik Next
Masukan Computer name anda : Kami menggunakan TMEDIA001
Kemudian pilih daabase : DBPERPUS
Klik OK

Karena kita akan membuat Laporan Petugas maka pilih TBL_PETUGAS
Add - Close
 Klik Next
Klik Finish
Maka muncul laporan data Petugas Seperti gambar diatas.
Silahakn save dengan nama : LapPetugas.rpt
Simpan bersamaan dengan Folder Project anda




Selain sebagai media informasi pemrograman, kami juga berbagi artikel terkait tips trik Android.

Sabtu, 24 Oktober 2015

Susunan Warna Cross dan Straight Pada Kabel UTP RJ-45

Jangan lupa membaca artikel sebelumnya, yaitu > Panduan Pemrograman Pemula.

Pada Tutorial Jaringan kali ini akan dibahas mengenai Cara Setting Kabel Cross dan Stright Pada RJ 45.

Kabel RJ 45 adalah Kabel UTP yang banyak dipakai dalam membangun Jaringan.
Alasan utama banyak menggunakan Kabel UTP RI 45 adalah :
  • Harga Sangat Murah ( dibandingkan dengan Fiber Optic )
  • Mudah didapatkan ( banyak Toko IT menjual kabel ini )
Bagaimana cara settingnya :
Setting kabel UTP RJ-45 dibagi menjadi 2 yaitu Type Cross dan Straight.
Susunan warna kabel UTP RJ-45 ada 2 yaitu Type T568A dan T568 B

Susunan kabel Cross satu Ujung Type T568A dan Ujung Lainnya Type T568 B
Susunan Cross Pada Kabel UTP RJ-45

Susunan kabel Starigh Ujungnya Harus Sama.
Susunan Straight Pada Kabel UTP RJ-45

Kabel Straight pada Ujung kabel haruslah sama, anda bisa menggunakan Type T568A pada kedua ujung kabel atau Type T568 B pada kedua ujung kabel.
Panjang maksimal Kebl UTP RJ 45 adalah 100 Meter. Jika anda ingin menggunakan Kabel RJ 45 lebih dari 100 Meter, maka anda harus menggunakan Switch lagi.
Walaupun kedua sisi harus sama, namun Type kabel Stright banyak sekali yang menggunakan Type T568B pada kedua Ujung kabel.
Untuk dapat membuat Kabel UTP RJ-45, anda harus mempunyai Crimping untuk membuatnya :
Gambar Crimping
Harga Crimping sendiri tergantung kualitas dari Crimping itu sendiri. Biasanya semakin mahal, crimping mudah digunakan dan semkin awet dalam membuat Kabel UTP RJ-45


Demikian Pembelajaran tentang Kabel Cross dan Straight Pada RJ-45, semoga bermanfaat untuk sobat JNM. Silhakn ikuti terus tutorial menarik dari kami lainnya

Selain sebagai media informasi pemrograman, kami juga berbagi artikel terkait tips trik Android.

Membuat Laporan Stok Data Barang Aplikasi Kasir

Jangan lupa membaca artikel sebelumnya, yaitu > Panduan Pemrograman Pemula.

Berikut ini adalah BAB 13 Dalam membuat Aplikasi Kasir VB 6.0 Database MySQL.

BAB 01 : Membuat Project Aplikasi Kasir
BAB 02 : Membuat Form Menu Utama Aplikasi Kasir
BAB 03 : Membuat Database dan Tabel Kasir
BAB 04 : Membuat Koneksi Database Kasir
BAB 05 : Membuat Form Login Aplikasi Kasir
BAB 06 : Membuat Koding Logout Aplikasi Kasir
BAB 07 : Membuat Form Kasir
BAB 08 : Membuat Tabel Pelanggan dan Barang
BAB 09 : Membuat Form Pelanggan
BAB 10 : Membuat Form Barang Aplikasi Kasir
BAB 11 : Membuat Laporan Data Kasir 
BAB 12 : Membuat Laporan Data Pelanggan

Berikut Langkahnya
Buka Crystal Report Anda
Klik File - New
Standard - OK
Membuat Laporan Data Pelanggan VB 6.0



Selain sebagai media informasi pemrograman, kami juga berbagi artikel terkait tips trik Android.

Membuat Laporan Data Pelanggan VB 6.0

Jangan lupa membaca artikel sebelumnya, yaitu > Panduan Pemrograman Pemula.

Berikut ini adalah BAB 12 Dalam membuat Aplikasi Kasir VB 6.0 Database MySQL.

BAB 01 : Membuat Project Aplikasi Kasir
BAB 02 : Membuat Form Menu Utama Aplikasi Kasir
BAB 03 : Membuat Database dan Tabel Kasir
BAB 04 : Membuat Koneksi Database Kasir
BAB 05 : Membuat Form Login Aplikasi Kasir
BAB 06 : Membuat Koding Logout Aplikasi Kasir
BAB 07 : Membuat Form Kasir
BAB 08 : Membuat Tabel Pelanggan dan Barang
BAB 09 : Membuat Form Pelanggan
BAB 10 : Membuat Form Barang Aplikasi Kasir
BAB 11 : Membuat Laporan Data Kasir

Berikut Langkahnya
Buka Crystal Report Anda
Klik File - New
Standard - OK
Membuat Laporan Data Pelanggan VB 6.0




Selain sebagai media informasi pemrograman, kami juga berbagi artikel terkait tips trik Android.

Membuat Laporan Kasir VB 6.0

Jangan lupa membaca artikel sebelumnya, yaitu > Panduan Pemrograman Pemula.

Berikut ini adalah BAB 11 Dalam membuat Aplikasi Kasir VB 6.0 Database MySQL.

BAB 01 : Membuat Project Aplikasi Kasir
BAB 02 : Membuat Form Menu Utama Aplikasi Kasir
BAB 03 : Membuat Database dan Tabel Kasir
BAB 04 : Membuat Koneksi Database Kasir
BAB 05 : Membuat Form Login Aplikasi Kasir
BAB 06 : Membuat Koding Logout Aplikasi Kasir
BAB 07 : Membuat Form Kasir
BAB 08 : Membuat Tabel Pelanggan dan Barang
BAB 09 : Membuat Form Pelanggan
BAB 10 : Membuat Form Barang Aplikasi Kasir

Berikut Langkahnya :
Pastikan Software Xampp anda dalam kondisi Running

Buka Crystal Report Anda
Klik File - New
Standard - OK
Membuat Laporan Kasir VB 6.0
Klik KonekDBKasir - Add - kemudian Close
Kemudian akan muncul gambar dibawah :

Klik Add All - Atau anda bisa menghilangkan Password Kasir nya
Setelah itu Klik Finish
Maka akan muncul gambar diatas
Silahkan Edit Laporan Agar kelihatan lebih Bagus
Gambar diatas contoh yang sudah kami edit
Kemudian anda bisa Save atau simpan dengan nama : LaporanKasir.rpt
Jika sudah berikut koding untuk memanggilnya :

 
CrystalReport1.ReportFileName = App.Path & "\LaporanKasir.rpt"
CrystalReport1.WindowState = crptMaximized
CrystalReport1.RetrieveDataFiles
CrystalReport1.Action = 0


Untuk Video Memanggil Laporan Crystal Report anda bisa lihat DISINI


Selain sebagai media informasi pemrograman, kami juga berbagi artikel terkait tips trik Android.

Sabtu, 13 Juni 2015

Pengertian Subnetting Pada Jaringan Komputer

Jangan lupa membaca artikel sebelumnya, yaitu > Panduan Pemrograman Pemula.



Subnetting adalah proses memecah suatu IP jaringan ke sub jaringan yang lebih kecil yang disebut "subnet." Setiap subnet deskripsi non-fisik (atau ID) untuk jaringan-sub fisik (biasanya jaringan beralih dari host yang mengandung satu router -router dalam jaringan multi).

Mengapa harus melakukan subnetting? Ada beberapa alasan mengapa kita perlu melakukan subnetting, diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address.
  • Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
  • Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.
Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara yaitu binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24. Penjelasanya adalah bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Kenapa bisa seperti ?maksud /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.


1. Contoh kasus Subnetting yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 10.0.0.0/16.

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A


Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.

Analisa:

10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).

Penghitungan:

Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.


2. Contoh kasus Subnetting yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS172.16.0.0/18 dan 172.16.0.0/25.

 SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B


Berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.

>> Contoh network address 172.16.0.0/18

Analisa:

172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).

Penghitungan:

Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
>> Contoh network address 172.16.0.0/25.

Analisa:

172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).

Penghitungan:

Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)

3. Contoh kasus Subnetting yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS192.168.1.0/26

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C

Analisa :

192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

Penghitungan :

Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.





Selain sebagai media informasi pemrograman, kami juga berbagi artikel terkait tips trik Android.

Pengertian Topologi Jaringan Komputer

Jangan lupa membaca artikel sebelumnya, yaitu > Panduan Pemrograman Pemula.



Pengertian topologi jaringan adalah suatu teknik yang digunakan untuk menghubungkan komputer satu dengan perangkat komputer yang lainnya yang disusun menjadi sebuah jaringan, dimana penggunaan topologi jaringan dikaitkan pada kecepatan akses suatu data, ukuran, biaya serta tingkat konektivitas yang dapat mempengaruhi efisiensi dari suatu jaringan tersebut.

Topologi jaringan juga dapat diartikan sebagai sebuah desain jaringan komputer yang dibentuk serta menjelaskan bagaimana komputer dapat saling berhubungan antara perangkat satu dengan perangkat yang lain. Terdapat macam topologi jaringan komputer yang sering digunakan saat ini seperti Topologi Bus, Topologi Ring, Topologi Star, Topologi Tree, serta Topologi Mesh. Untuk lebih lanjut silahkan simak pembahasan yang sudah dirangkum dar berbagai sumber.

Dan berikut Macam-macam Topologi Jaringa Komputer yang akan saya jelaskan pada artikel ini, yaitu:
a. Topologi BUS
b. Topologi Star
c. Topologi Ring
d. Topologi Mesh
e. dan Topologi Tree

1. Topologi Bus



Topologi ini adalah topologi yang pertama kali digunakan untuk menghubungkan komputer. dalam topologi ini masing-masing komputer aka terhububng ke satu kabel panjang dengan beberapa terminal, dan pada akhir dari kable harus di akhiri dengan satu terminator. Topologi ini sudah sangat jarang digunakan didalam membangun jaringan komputer biasa karena memiliki beberapa kekurangan diantaranya kemungkinan terjadi nya tabrakan aliran data, jika salah satu perangkat putus atau terjadi kerusakan pada satu bagian komputer maka jaringan langsung tidak akan berfungsi sebelum kerusakan tersebut di atasi.

Karakteristik Topologi BUS:
  • Node – node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua ujung kabel ditutup dengan terminator.
  • Sangat sederhana dalam instalasi.
  • Sangat ekonomis dalam biaya.
  • Paket-paket data saling bersimpangan pada suatu kabel.
  • Tidak diperlukan hub, yang banyak diperlukanadalah Tconnector pada setiap ethernet card.
  • Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu node rusak, maka jaringan keseluruhan dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.


Kelebihan Topologi BUS
  • Tidak memerlukan sumber daya kabel yang banyak 
  • Biayanya juga lebih murah dibanding dengan topologi lainnya
  • tidak terlalu rumit jika kita ingin menambah jangkauan jaringan
  • Sangat sederhana


Kekurangan Topologi BUS
  • Tidak cocok untuk Trafic(lalu lintas) jaringan yang padat.
  • Setiap barrel connector yang digunakan sebagai penghubung memperlemah sinyal elektrik yang dikirimkan, dan kebanyakan akan menghalangi sinyal untuk dapat diterima dengan benar.
  • Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot pada bus.
  • Lebih lambat dibandingkan dengan topologi yang lain.

2. Topologi STAR



Pada topolgi ini, setiap komputer saling terhubung sedemkian rupa sehingga membentuk bintang, dimana setiap perangkat saling terhubung mengelilingi hub/switch sebagai consentrator nya. Topologi ini adalah yang paling sering digunakan pada jaringan LAN (local Area Network). Topologi ini sering digunakan di rumah, kantor, sekolah, lab komputer, dan lain sebagainya. semua komputer yang terhubung pada topologi star memerlukan hub, switch, ataupun router dengan media transmisinya adlah kabel UTP / STP.

Karakteristik Topologi Star :
  • Setiap node berkomunikasi langsung dengan konsentrator (HUB).
  • Bila setiap paket data yang masuk ke consentrator (HUB) kemudian di broadcast keseluruh node yang terhubung sangat banyak (misalnya memakai hub 32 port), maka kinerja jaringan akan semakin turun.
  • Sangat mudah dikembangka.
  • Jika salah satu ethernet card rusak, atau salah satu kabel pada terminal putus, maka keseluruhhan jaringan masih tetap bisa berkomunikasi atau tidak terjadi down pada jaringan keseluruhan tersebut.
  • Tipe kabel yang digunakan biasanya jenis UTP.

Kelebihan Topologi Star :
  • Cukup mudah untuk mengubah dan menambah komputer ke dalam jaringan yang menggunakan topologi star tanpa mengganggu aktvitas jaringan yang sedang berlangsung.
  • Apabila satu komputer yang mengalami kerusakan dalam jaringan maka komputer tersebut tidak akan membuat mati seluruh jaringan star.
  • Kita dapat menggunakan beberapa tipe kabel di dalam jaringan yang sama dengan hub yang dapat mengakomodasi tipe kabel yang berbeda.
Kekurangan Topologi Star :
  • Memiliki satu titik kesalahan, terletak pada hub.Jika hub pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan akan gagal untuk beroperasi.
  • Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus ditarik ke satu central point, jadi lebih banyak membutuhkan lebih banyak kabel daripada topologi jaringan yang la
  • Jumlah terminal terbatas, tergantung dari port yang ada pada hub.
  • Lalulintas data yang padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih lambat.

3. Topologi Ring



Jenis topologi ring ini, seluruh komputer dihubungkan menjadi satu membentuk lingkaran (ring) yang tertutup dan dibantu oleh Token, Token berisi informasi yang berasal dari komputer sumber yang akan memeriksa apakah informasi tersebut digunakan oleh titik yang bersangkutan, jika ada maka token akan memberikan data yang diminta oleh titik jaringan dan menuju ke titik berikutnya. seluruh komputer akan menerima setiap signal informasi yang mengalir, informasi akan diterima jika memang sudah sesuai dengan alamat yang dituju, dan signal informasi akan diabaikan jika bukan merupakan alamatnya sendiri. Dengan kata lain proses ini akan berlanjut terus hingga sinyal data diterima ditujuan.

Karakteristik Topologi Ring :
  • Node-node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel, dengan bentuk jaringan seperti lingkaran.
  • Sangat sederhana dalam layout seperti jenis topologi bus.
  • Paket-paket data dapat mengalir dalam satu arah (kekiri atau kekanan) sehingga collision dapat dihindarkan.
  • Problem yang dihadapi sama dengan topologi bus, yaitu: jika salah satu node rusak maka seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
  • Tipe kabel yang digunakan biasanya kabel UTP atau Patch Cable (IBM tipe 6).
Kelebihan Topologi Ring :
  • Data mengalir dalam satu arah sehingga terjadinya collision dapat dihindarkan.
  • Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanan dari server.
  • Dapat melayani aliran lalulintas data yang padat, karena data dapat bergerak kekiri atau kekanan.
  • Waktu untuk mengakses data lebih optimal.
Kekurangan Topologi Ring :
  • Apabila ada satu komputer dalam ring yang gagal berfungsi, maka akan mempengaruhi keseluruhan jaringan.
  • Mendambah atau mengurangi komputer akan mengacaukan jaringan.
  • Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang.

4. Topologi MESH



Pada topologi mesh untuk menghubungkan komputer satu dengan yang lainnya dapat menggunakan kabel tunggal, jadi dalam proses pengiriman data dari komputer satu ke komputer lainnya akan dapat langsung mencapai komputer yang dituju tanpa melewati komputer lain ataupun melewati switch / hub.

Karakteristik Topologi Mesh :
  • Topologi mesh memiliki hubungan yang berlebihan antara peralatan-peralatan yang ada.
  • Susunannya pada setiap peralatan yang ada didalam jaringan saling terhubung satu sama lain.
  • Jika jumlah peralatan yang terhubung sangat banyak, tentunya ini akan sangat sulit sekali untuk dikendalikan dibandingkan hanya sedikit peralatan saja yang terhubung.
Kelebihan Topologi Mesh :
  • Keuntungan utama dari penggunaan topologi mesh adalah fault tolerance.
  • Terjaminnya kapasitas channel komunikasi, karena memiliki hubungan yang berlebih.
  • Relatif lebih mudah untuk dilakukan troubleshoot.
Kekurangan Topologi Mesh :
  • Sulitnya pada saat melakukan instalasi dan melakukan konfigurasi ulang saat jumlah komputer dan peralatan-peralatan yang terhubung semakin meningkat jumlahnya.
  • Biaya yang besar untuk memelihara hubungan yang berlebih.

5. Topologi Tree




Topologi tree atau pohon merupakan gabungan dari beberapa topologi star yang dihubungkan dengan topologi bus. Jadi setiap topologi star akan terhubung dengan topologi star lainnya dengan menggunakan topologi bus. Biasanya dalam topologi ini terdapat beberapa tingkatan jaringan, serta jaringan yang berada pada tingkat yang lebih tinggi dapat mengontrol jaringan yang berada pada tingkat yang lebih rendah.

Kelebihan Topologi Tree
  • Susunan data terpusat secara hirarki, hal tersebut membuat manajemen data lebih baik dan mudah.
  • Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas lagi.

Kekurangan Topologi Tree
  • Apabila komputer yang menduduki tingkatan tertinggi mengalami masalah, maka komputer yang terdapat dibawahnya juga ikut bermasalah
  • Kinerja jaringan pada topologi ini terbilang lambat.
  • Menggunakan banyak kabel dan kabel terbawah (backbone) merupakan pusat dari teknologi ini.


Selain sebagai media informasi pemrograman, kami juga berbagi artikel terkait tips trik Android.